Kamis, 25 April 2013

Penulis Artikel, Meniru Gaya Tulis Redaktur Berita

Sekedar opini seperti biasanya. Jika Anda seorang blogger, maka Anda tidak akan pernah lepas dari kegiatan menulis. Ya, menulis walaupun tanpa kertas dan pena. Beralaskan papan ketik biasanya Anda mengetik untuk menyajikan sebuah rubrik di blog Anda.

Namun, pernahkah Anda memerhatikan tulisan di situs-situs berita seperti Detik, Viva, Republika, Tempo dan sebagainya? Coba setiap kali Anda membaca tulisan di sana, perhatikanlah cara tulis redaktur mereka. Seorang redaktur, editor sebuah penyedia berita tentunya tahu cara tulis, bahasa yang benar dari apa yang mereka tuliskan (bersumber pada EYD).

Perhatikanlah secara terperinci. Apakah cara penulisan Anda sudah mirip dengan tulisan mereka? Mulai dari tata cara, penulisan huruf abjad, kata kerja, kata hubung, dan penulisan judul.

Banyak sekali kesalahan yang kerap kali saya temui (tidak terkecuali saya tidak sadar dengan saya sendiri) kesalahan-kesalahan penulisan, terutama pada kata hubung dan penulisan judul.

Kesalahan pada penulisan kata hubung yang paling sering terjadi adalah penulisan "di". Seperti yang kita turut dari EYD, bahwa penulisan kata hubung "di" harus terpisah jika di sini sebagai kata depan. Namun, disambung dengan kata berikutnya jika "di" di sini sebagai imbuhan.

Sedangkan pada penulisan judul, menurut EYD yang benar adalah ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama setiap kata kecuali kata-kata penghubung atau kata depan.
Contoh kata penghubung: pada, kepada, yang, daripada, dsb.
Contoh kata depan: di, ke, dari, dsb.
Jangan salahkan saya apabila di sini juga terdapat kesalahan. Saya juga manusia, dan belum terlalu banyak ilmu bahasa yang saya peroleh. Saya hanya beropini, juga minta maaf apabila tidak berkenan pada Anda.

6 komentar:

  1. Hal kecil memang, namun akan berakibat besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahaya kalo sampai salah persepsi dari artikel yang kita buat sendiri.. :)

      Hapus
  2. memang mas yah namanya juga blogger itu kebanyakan juga amatiran soal menulis, yang terpenting mereka hoby nya dulu, tapi lama kelamaan juga bakal keasah juga seperti mas salim ini yg udah jago

    BalasHapus
    Balasan
    1. hobi nomor satu buat motivasi.. :)

      haha.. ya nggak juga kalo jago bang, EYD-pun juga gak punya saya..

      Hapus
    2. salah satu cara belajar otodidak..

      Hapus
  3. bermanfaat bgt informasinya jangan lupa visit back :)

    BalasHapus
Berkomentarlah dengan baik. Komentar anonim tidak akan dijawab.